Kamis, 11 Maret 2010

langkah awal menjadi penulis yang produktif

Tulislah walau satu kalimat

Judul propokatif saya dia di atas, di ambil dari sebuah hadist, “ Baligul anni walau ayah.” Artinya sampaikan dariku walau satu ayat. Yah begitulah. Bebas saja, untuk menjadi penulis, anda tidak perlu takut-takut untuk menulis sesuatu, dan anda tidak perlu takut juga inspirasi atau ide itu datang dari mana. Seperti kalimat diatas.

Arti “Kalimat” dalam judul di atas adalah kata-kata yang mempunyai makana, dan bisa dimengerti oleh orang lain apabila tulisan atau untaian kalimat tersebut di lempar ke publik. Bukan seperti coretan di dinding yang kadang tidak dapat dimengerti arti ataupun maksudnya. Tulisan bagi seorang penulis bukan deretan simbom dan kata yang berbaris tanpa jiwa. Bukan pula aktivitas lisan yang berluber-luber nan berbusa. Tetapi tulisan adalah sebuah kekuatan yang dinulai dari satu kata, kemiudian menular menjiwa dan menjadi identitas diri dari awal sampai titik akhir.

Tidaklah mengherankan jika seorang nggris yang pada awalnya “kere” macam JK Rowling tiba-tiba pada tahun 2000 hanya selang waktu tiga tahun di nobatkan oleh Forbes sebagai selebriti berpenghasilan terbesar nomor 24, menuai lebih dari 30 juta dolar pada tahun 1999, lewat serial Harry Potter, tang pertama terbit pada tahun 1997. sukses Rowling tak berhenti disitu, disusul oleh karya-karya lainnya. Rowling dengan menulis telah sukses menyihir jutaan manusia dengan kalimat-kalimatnya.

Bagaimana dengan kita? Mengapa kita tidak segera memulainya? Maka sekali lagi menulislah! Tetapi lakukan dengan kesadaran dan ketulusan dari dalam hati, karena hanya karya yang ikhlaslah yang akan berbekas dihati pembacanya.

  1. siapkan tubuh, hati, dan otak anda untuk memulai proses kreatif dengan menulis.
  2. siapkan uang guna membeli perlengkapan bagi seorang penulis, seperti : kertas, pensil, pena, computer, buku, disket/flashdisk,CD, VCD dan sebagainya.

Siapa bilang menulis itu mudah??

Bisa Gampang bisa susah

Sulitkan menulis?? Memang menulis tidaklah gampang. Meski demikian banyak sekali kita jumpai para motivator dunia kepenulisan yang menyatakan dengan kalimat persuasive, “Ayo menulis itu gampang kok!! Setiap orang bisa jadi penulis!! Aku menulis maka aku ada!!

Tetapi apakah betul demikian?? Menuls sesungguhnya tak ubahnya bentuk keterampilan atau skill yang lain. Artinya semakin semakin sering di asah maka akn semakin bagus pula hasilnya. Memang perlu kosentrasi khusus untuk menyelesaikan sebuah Tulisan. Karena ketika kita menulis pada dasarnya sedang mengubah cara ungkap kita yang semula melalui mulut kemudian, diganti dengan cara ungkap simbolik berupa hurup yang mempunyai makna atau pengertian tertentu.

Menulis memasuki dunia kreatif

Wilayah yang akn kita masuki ini adalah dunia penulisan kreatif sama dengan menulis biasa pada umumnya. Unsur kreatifitas mendapat tekanan dan perhatian peranannya dalam mengembangkan proses seorang penulis dalam karya-karyanya. Kreatifitas ini berhubungan dengan penemuan ide maupun hasil akhirnya.

Belajar menjadi penulis dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dengan pendidikan formal atau nonformal, seperti belajar dari komunitas dengan otodidak, yaitu dengan membaca karya orang lain, bergaul dengan penulis dan sebagainya. Bisa juga dilakukan dengan perpaduan antara semua cara di atas.

  1. Mulai sekarang, jika membaca tulisan seseorang, disamping inginmemahami substansinya, coba anda perhatikan gaya penulisan, gaya peraturan, pemilihan kata, dan penyusunan kalimat.
  2. Bayangkan bagaimana kalau anda yang menulis Tulsan tersebut. Bacalah sekali lagi.
  3. endapkan, kemudian buatlah dengan bahasa anda sendiri dengan topic yang sama.

Motivasi,Komunitas, dan Idola

  1. Temukan motivasi terkuat dalam diri anda untuk menulis. Banyak hal yang dapat memotivasi orang untuk menulis, akan tetapi agar energi kepenulisan anda menjadi kuat dan bertahan lama, maka temukan motivasi terkuat dalam diri anda.
  2. Dan tulislah dalam buku pribadi anda. Simpanlah,sesekali nukalah untuk mengingatkan kembali pada motivasi awal anda berproses. Buatlah club ataupun kelompok yang mempunyai motivasi dan visi yang sama.
  3. Lakukan pertemuan rutin untuk membahas karya-karya di antara anda dan teman anda.
  4. Lakukan diskusi, bedah buku, atau sekedar mengobrol santai tentang ide yang akan anda tulis (agar terjadi kritik dan timbal bali).
  5. Ajaklah teman anda untuk bersaing secara sehat dalam berkarya.
  6. Kenalilah beberapa penulis ternama yang menjadi idola anda.
  7. Kenalilah karya-karyanya
  8. Buat kliping dan riwayat hidupnya (biasanya tertulis dibagian belakang bukunya sebagai kurikulum vitae.
  9. Buatlah catatan dan komentar anda sendiri tentang idola anda itu.
  10. Idola bisa anda anggap “saingan”. Pantau terus karyanya agar anda tertantang untuk membalas dengan tulisan yang lebih bagus (menurut anda).

Jangan biarkan ide anda hilang bersama angin

Sanjungku tuk kau hai penyembuh hati

Kelam hatiku seakan sirna dengan hadirmu

Dalam sekejap anganku….

Untaian kata yang kau ucap menumbuhkan cinta

Yang dulu hilang

Akupun nisa mengepakkan sayap-sayapku

Kembali tuk meraih harapan baru

Sebuah harapan diman burung bisa bernyanyi,

Bunga bisa mekar, anginpun berhembus menuai kedamaian

Terangilah hidupku dengan lembut belaimu.

Tak tahu kenapa, tiba-tiba teman kos saya menjadi penyair dadakan. Setiap kali saya buka buku catatannya yang tergeletak dimeja belajarnya, selalu saja saya temukan puisi. Dan rata-rata…, puisi cinta!! Salah satunya adalah puisi tanpa judul seperti yang tertulis di atas.

Padahal kalau di amati mutunya, tidak kalah dengan puisi-puisi yang sering dimuat oleh tabloid remaja. Dan sayang seribu sayang, nampaknya ia hanya membuat puisi ini, manakala ia sedang jatuh cinta saja. Sayang sekali…

Gimana sih caranya cari ide??

Pernahkan anda merenung memikirkan sesuatu, atau paling tidak mengkhayal?? Misalnya anda sedang jatuh cinta seperti temanku tadi. Ataupun mengkhayal menjadi orang kaya, dan anda mempunyai strateginya untuk menjadi kaya, mengapa tidak anda tuangkan dalam bentuk tulisan?? Atau misalnya seperti saat kita masih kecil ingin jadi Superman, jadi Batman atau jadi apa sajalah. Tentu sangat menarik kalau anda bisa menuliskannya. Karena setiap individu pasti mempunyai pengalaman batin masing-masing.

  1. Tulislah ide atau gagasan anda dalam satu hari ini
  2. Pilih dan pilah menurut anda kemampuan anda, ide mana yang mampu anda kembangkan menjadi sebuah Tulsan yang lebih panjang (artikel, puisi, cerpen,dll)
  3. Kemana pun anda pergi jangan pernah lepas dari pena dan buku catatan. Atau jika memungkinkan bawa serta laptop.

Mulailah Menulis

  1. Belajar membuat kalimat yang sesuai dengan hati nuranimu (mau serius, menangis, tertawa, marah atau apa saja)
  2. Coba membuat kalmat yang paling pendek dan paling efektif.
  3. Coba buat kalimat yang paling panjang tetapi tidak menjemukan
  4. Sekarang mulailah membuat paragraph pertama seutuhnya.
  5. Coba buat kerangka Tulsan.
  6. Kembangkan tulisan menurut kerangka tersebut.
  7. Buatlah ending tulisan yang paling menarik menurut anda.
  8. Berilah kudul tulisan anda dengan judul memprovokasi orang untuk membacanya.
  9. Saatnya menulis dijadikan gaya hidup ( life style).
  10. Tulis apa saja yang menjadi kegelisahan anda saat itu juga.
  11. Tidak ada kata “mentok” dalam menulis.
  12. Jika anda merasa terbebani dengan segala teori, abaikanlah untuk sesaat, yang penting aktivitas menulis jang sampai terhenti.
  13. Setelah menjadi satu naskah, periksa kembali tulisan tersebut, dan editlah.
  14. Kirimkan ke media massa.

Trik dan Tips

  1. Paksakan diri menulis tiap hari minimal 10 halaman.
  2. Kirimkan neskah kepada media massa yang kira-kira mau memuat tulisan anda, baik skala lokal maupun nasional.
  3. Jika mengirimkan naskah jangn hanya satu (minimal tiga naskah), baik cerpen ataupun puisi.
  4. Milikilah mental baja. Sekali di tolak anda harus membalasnya dengan cara mengirim berkali-kali naskah anda sampai berhasil.
  5. Lebih praktis memakai email secara manual ke bagian redaksi.
  6. Koleksi alamat media massa seluruh Indonesia.
  7. Kenalilah karakter tulisan yang di muat di media massa tersebut.
  8. Sertakan lengkap kurikulum vitae, alamat lengkap nomor KTP, nomor rekening, email, nomor telepon. Sertakan juga judul tulisan, berserta tanggal dan media mana yang memuat tulisan anda yang pernah masuk sebelumnya. Hal ini menambah kemantapan redaksi untuk memuat tulisan anda yang baru anda kirim tersebut.
  9. Sebisa mungkin jalinlah hubungan baik dengan redaksi dari berbagai media masa aupun penerbitan.
  10. Jika tulisan anda tidak dimuat jangn putus asa. Suatu saat tulisan tersebut bisa anda edit dan perbaiki, lalu kirimkan ke media lain.
  11. Jangan lupa mengarsipkan ataupun mengkliping terhadap tulisan yang dibuat.
  12. Jika honor di terima, baik melalui wesel, transfer rekening, atau datang langsung ke bagian tata usaha. Sisihkan sebagian honor anda buat membeli buku ataupun keperluan perangkat pendukung lainnya.
  13. Jangan lupa menjaga stamina agar tetap produktif fan…. Traktir teman!!